Tempat belanja di kota Bandung

Total Tayangan Laman

Rabu, 26 Januari 2011

PAKET WISATA MANCING CIRATA

Hanya dengan Rp. 195000/orang anda sudah sampai di wisata mancing:..
Paket  :
1.  Transfortasi pulang-pergi
2.  Perahu
3.  Rakit
4.  Makan nasi liwet dadakan
5.  Umpan
6. Kopi max 2x
7.  Pulang bawa ikan

Hub segera tempat terbatas....... siiiiipppppp... pasti mengesankan

Rabu, 19 Januari 2011

wisata bersama keluarga ke ci walini patengang

Asiiknya wisata ke ci walini bersama keluarga... berendam air panas di tempat yang suhunya dingin banget.... pokoknya asik.


      

Anal-anak asik bermain di arena permainan............. dijamin segala kepenatan di kota terhapuskan deh....



Pangalengan Bandung

Pangalengan, Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kecamatan Pangalengan
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBandung
Camat-
Luas- km²
Jumlah penduduk-
 - Kepadatan- jiwa/km²
Desa/kelurahan13
Pangalengan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Cibolang di tahun 1927

Pangalengan terletak di sebelah selatan Kota Bandung, dan terkenal akan beberapa objek wisata, seperti Situ Cileunca dan Kolam pemandian air panas Cibolang.
Pangalengan juga dikenal sebagai daerah pertanian, peternakan dan perkebunan. Terdapat beberapa perkebunan teh dan kina yang dikelola oleh PTPN. Pangalengan juga merupakan daerah penghasil susu sapi. Pengolahan susu di daerah Pangalengan dan daerah Bandung Selatan lainnya dikelola oleh KPBS (Koperasi Peternak Bandung Selatan).

Wisata Situ Patengang Ciwidey

Berada pada ketinggian sekitar 1600 m dari permukaan laut, Situ Patenggang memiliki panorama yang memikat. Hamparan hijau kebun teh laksana karpet alam, ditambah lagi dengan udara yang dingin dan bersih serta matahari yang hangat, memberi kesan damai dan ketenangan sendiri bagi pengunjungnya. Dari pinggir jalan menuju lokasi yang tenang, nampak sebuah danau berada dibalik perkebunan teh diantara sela-sela pepohonan yang menjulang tinggi.















Danau Patenggang atau lebih dikenal dengan nama Situ Patenggang oleh masyarakat setempat, menempati areal seluas 150 Ha. Dulunya kawasan ini merupakan kawasan cagar alam atau taman nasional, namun pada tahun 1981 telah resmi berubah menjadi sebuah taman wisata.







[navigasi.net] Danau - Patenggang
Pulau Sasuka yang berada ditengah Situ Patenggang. Untuk mengitari pulau ini dikenakan biaya 4000 rupiah perorang


Untuk menikmati objek wisata ini terdapat fasilitas perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi sebuah pulau kecil yang berada dibagian tengah danau yang bernama Pulau Sasuka. Pulau ini tampak rindang dengan banyaknya pohon-pohon tinggi yang tumbuh didalamnya. Sementara diseberang danau terdapat lokasi yang cukup menarik yang diberi nama Batu Cinta yang konon dipercayai akan memberi kelanggengan cinta bagi pasangan yang datang berkunjung kelokasi tersebut.

Perahu yang tersedia ini cukup banyak jumlahnya, dan dalam kondisi yang bagus atau terawat saat saya berkunjung kesana. Warna perahu yang cerah cukup kontras atau menyolok sekali dengan lingkungan sekitarnya yang didominasi warna hijau. Fasilitas sarana transportasi air yang disewakan di tempat ini berupa penyewaan perahu dayung, perahu boat dan sepeda air dengan harga yang masih bisa dinegosiasikan dengan pemiliknya. Terdapat pula fasilitas gazebo maupun tempat-tempat duduk tanpa atap yang terbuat dari semen untuk keperluan menikmati panorama sekitar dari tepi danau. Urusan makananpun bukanlah suatu hal yang sulit dikarenakan banyaknya warung penjual makanan yang berderet dekat dengan areal parkir.
Untuk menuju kawasan ini tidaklah sulit. 







[navigasi.net] Danau - Patenggang
Gazebo dengan atap yang telah dipenuhi tumbuhan paku-pakuan nampak alami dan akrab dengan lingkungan sekitarnya


Karena sudah ada jalan aspal sampai menuju kawasan tersebut. Bahkan jika tidak membawa kendaraan, bisa juga menggunakan fasilitas angkutan umum dari terminal Ciwidey dengan tariff Rp. 5.000,- perorang termasuk tiket masuk (tiket masuk perkepala Rp. 1.000,-). Hal ini akan berbeda jika pengunjung menggunakan kendaraan pribadi (baik roda 2 maupun roda 4) atau dengan menggunakan bis rombongan. Kondisi jalan yang sudah rata (diaspal), mempermudah pengunjung untuk datang ke kawasan tersebut. Disepanjang jalan menuju Situ Patenggang terpampang hamparan hutan dan kebun tehnya. Perkebunan strawbery juga banyak ditemui selama perjalanan. Umumnya perkebunan strawbery tersebut menyediakan fasilitas bagi pengunjung untuk memetik sendiri buah strawberry dari pohonnya yang ditanam pada kantong-kantong plastik.Legenda ...
Kawasan ini memiliki sebuah legenda sehingga muncul nama Situ Patenggang. Sejarah atau mitos tentang Situ ini muncul ke permukaan disebabkan karena seorang pangeran dan seorang putri yang saling jatuh cinta. Namun perjalanan cinta mereka tidak semulus dan seindah yang dibayangkan oleh keudanya karena dipisahkan oleh keadaan. Sehingga air mata mereka membentuk sebuah situ atau danau. Selanjutnya danau itu dinamai dengan situ patenggang yang diambil dari kata pateangan-teangan yang berasal dari bahasa sunda yang artinya saling mencari-cari.







[navigasi.net] Danau - Patenggang
Hamparan kebun teh yang laksana karpet tebal dengan latar belakang situ patenggang dan hutan rancabali


Pada akhirnya mereka dapat berkumpul kembali pada sebuah batu di situ tersebut yang diberi nama batu cinta. Konon siapapun yang pernah berkunjung dengan pasangannya, maka cinta mereka akan abadi.

Di Bandung Selatan, ada beberapa obyek pariwisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Diantaranya adalah Kawah Putih dan Situ Patengan (orang sering menyebutnya Situ Patenggang). Dikarenakan jaraknya yang cukup jauh dari kota Bandung,sekitar 2,5 jam, disarankan jika Anda hendak mengunjungi tempat di Bandung Selatan ini, lebih baik ke beberapa tempat sekaligus, agar perjalanan Anda lebih efisien.
Kawah Putih
Tempat ini berada di daerah Ciwidey. Pemandangannya cukup indah, udaranya dingin. Di atas gunung, terdapat hamparan pasir berwarna putih, dan ditengahnya terdapat danau berwarna hijau, suatu pemandangan yang cukup kontras. Bahkan saat saya kesana, ada sepasang pengantin yang sedang mengambil foto untuk pre-wedding.
Kawah Putih 01Tempat yang indah ini kabarnya ditemukan oleh seorang Belanda yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuh. Beliau tidak percaya dengan cerita penduduk sekitar yang mengatakan daerah gunung patuha tersebut angker, karena tempat tinggal jin dan mahluk halus. Sehingga tidak ada binatang yang lewat bahkan burung yang terbang melintasi saja bisa mati. Ternyata ditemukan adanya danau, yang didalamnya terdapat semburan belerang, sehingga binatang tidak suka dengan bau tersebut.
Di dekat pintu masuk terdapat beberapa saung, sehingga kita dapat beristirahat dengan rileks dengan suasana yang tidak pernah kita dapatkan di kota-kota besar. Harga tiket masuknya cukup murah, Rp 3.500 / orang, ditambah Rp 3.000 untuk mobil. Memang di tempat ini tidak terdapat fasilitas yang lengkap, hanya sekedar menjual pemandangan yang ada. Sayang sekali, seharusnya ini dapat menjadi tempat pariwisata yang sangat menarik jika dikelola secara serius oleh pemerintah daerah.
Situ Patengan
Situ PatenganDari Kawah Putih, kita dapat meneruskan perjalanan kita menuju Situ Patengan. Taman wisata ini lebih ramai dibandingkan Kawah Putih, mungkin disebabkan fasilitas yang ada lebih banyak. Luas taman wisata ini 17 ha, sedangkan luas danaunya 48 ha. Di tengah danau itu terdapat pulau kecil yang dinamakan pulau Asmara, karena berbentuk hati.
Situ Patengan, berasal dari bahasa Sunda, “Pateangan-teangan” yang artinya saling mencari. Dikisahkan dulu ada sepasang sejoli yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis yang saling mencintai. Mereka berpisah sekian lamanya, dan saling mencari. Akhirnya mereka bertemu di tempat yang dinamakan Batu Cinta. Dewi Rengganis pun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (pulau Asmara/pulau Sasaka).
Batu Cinta di Pulau AsmaraKonon kabarnya, untuk pasangan yang mengelilingi pulau Asmara dan singgah ke batu Cinta akan mendapatkan cinta abadi seperti pasangan tersebut. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, kami pun menyewa perahu dan memutari pulau dan singgah ke batu Cinta. Di perjalanan, tukang perahu tersebut menceritakan pula bahwa pulau Asmara tersebut angker, dan hanya boleh disinggahi oleh pengunjung jika sudah mendapat ijin dan ditemani oleh sang juru kunci. Sayang sekali banyak tangan jahil yang meninggalkan coretan-coretan di tempat-tempat wisata yang indah ini. Tiket masuknya sedikit lebih mahal dibandingkan Kawah Putih, tapi saya lupa harga pastinya.
Nah tertarik untuk berkunjung ke Bandung Selatan ?

2. South Bandung Tourist Area,
dengan sentra kegiatannya agro wisata (pertanian dan perkebunan teh di Rancabali, Ciwidey, Malabar, Pangalengan dan Gununghalu), Wisata Tirta (Situ Patenggang dan Situ Cileunca) dan Wana Wisata (Kawah Kamojang, kawah Putih dan air panas Cimanggu).
   Daerah Wisata Cwidey adalah merupakan daerah tujuan wisata yang cukup lengkap di Bagian Selatan Kabupaten Bandung, disamping Pangalengan dengan objek wisata Situ Cileunca-nya, Agro wisata Malabar, dan objek objek wisata lainnya.  Adapun Daerah Wisata Ciwidey tersebut mencakup objek objek wisata sebagai berikut  :
     Objek Wisata Punceling (Forest Tourist)
     Keberadaan Objek wisata ini masih belum banyak dikenal orang, Objek wisata Punceling dikunjungi oleh mereka yang senang dengan olah raga jalan kaki, maka tak heran apabila pengunjung yang mendatangi objek ini cenderung berkelompok dan untuk berolah raga ketimbang untuk berdarmawisata menikmati keindahan alamnya.
      Objek wisata Kawah Putih.   
     Objek wisata ini belum lama diresmikan untuk dapat dinikmati oleh umum. Sebelumnya Kawah Putih dikenal sebagai daerah tambang belerang, hal ini dapat dilihat dari peninggalan yang terdapat di areal wisata kawah putih, yaitu berupa gua penambangan belerang.   Fasilitas yang tersedia di objek wisata ini masih terbatas, yaitu : Parkir, WC Umum, Mushola dan Warung-warung penjual makanan ringan dan minuman.
     Penangkaran Rusa Ranca Upas.
KijangRanca Upas adalah areal yang disediakan bagi perkemahan. Disamping disiapkan untuk Perkemahan, Ranca Upas memiliki areal yang dipergunakan untuk penangkaran Rusa.
       Pemandian Air Panas Alam  Cimanggu
       Daerah Ciwidey kaya dengan sumber air panas alam, salah satunya dimanfaatkan oleh Perum Perhutani sebagai sumber air kolam renang Cimanggu.   Objek Wisata Cimanggu memiliki fasilitas: Tempat parkir yang luas, Arena bermain anak-anak, Kolam renang air panas alam, MCK dan WC Umum, Mushola, dan Warung penjual Makanan ringan dan minuman.
      Walini, Pemandian Air panas Alam
      Seperti halnya Cimanggu, Walini yang pula memanfaatkan melimpahnya sumber air panas alam, menyediakan kolam renang air panas. Objek wisata ini berada dilingkungan perkebunan teh yang berhawa sejuk nan segar, Walini memiliki fasilitas : Bungalow, Restaurant, Tempat parkir, WC Umum
     Situ Patenggang (Tourist Forest and Water Tourist)
patengan.Situ Patenggang yang memiliki luas areal 150 Ha. adalah merupakan tempat tujuan utama para pengunjung objek wisata daerah Ciwidey. Terletak di antara perkebunan teh Rancabali dan kawasan hutan Rancabali,
Situ Patenggang benar benar memanfaatkan keindahan alam sebagai daya tariknya.  Fasilitas yang tersedia adalah : Bungalow, Sepeda Air, Sampan, Kios-kios penjual cendera mata, makanan, minuman, WC Umum dan areal parkir.
       Wisata Agro, Perkebunan Teh Rancabali 
       Keindahan panorama perkebunan teh Rancabali merupakan daya tarik tersendiri daerah wisata Ciwidey. Hamparan pepohonan teh yang tertata rapih, dengan udara yang sejuk segar menjanjikan memberikan kesan bagi siapa saja yang pernah berkunjung ke daerah wisata Ciwidey.
      Kawah Cibuni
      Kawah Cibuni adalah salah satu dari objek-objek wisata yang berada di daerah Ciiwdey. Seperti juga Punceling, Kawah Cibuni masih belum banyak dikenal oleh masyarakat.  Kawah Cibuni merupakan tempat terujung dari daerah wisata Ciwidey.
3. West Bandung Tourist Object,
     dengan sentra kegiatannya, yaitu agro wisata (pertanian dan perkebunan) di Cikalong Wetan, Wisata Tirta di Situ Ciburuy, Bendungan Saguling dan Bendungan Cirata.
4. East Bandung Tourist Object,
    Daerah Wisata Bandung Timur, dengan sentra kegiatannya yaitu Wana Wisata Curug Sindulang di Cicalengka.
 
 

Tempat wisata di Bandung

1. Gunung Tangkuban Parahu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kawah Gunung Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu 1910

Tangkuban Perahu dilihat dari Pelantungan (litografiberdasarkan lukisan J. S. G. Gramberg di tahun 1865-1872)
Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak diprovinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfurbelerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.

[sunting]Legenda rakyat setempat

Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Diantara tanda gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunung nya diantaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.
Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah) besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung sunda purba terhadap peristiwa pada saat itu.

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

  • tangkuban perahu
    tangkuban perahu
    Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.
    Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan). Seekor babi hutan betina bernama Wayungyang yang tengah bertapa ingin menjadi manusia meminum air seni tadi. Wayungyang hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. Bayi cantik itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati.
    Dayang Sumbi sangat cantik dan cerdas, banyak para raja yang meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Galau hati Dayang Sumbi melihat kekacauan yang bersumber dari dirinya. Atas permitaannya sendiri Dayang Sumbi mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik bertenun, toropong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi.
    Dayang Sumbi pun menikahi Si Tumang dan dikaruniai bayi laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring selalu ditemani bermain oleh Si Tumang yang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, gagah perkasa dan sakti.
    Pada suatu hari Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya Si Tumang untuk mengejar babi betina yang bernama Wayungyang. Karena si Tumang tidak menurut, Sangkuriang marah dan membunuh Si Tumang. Daging Si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi, lalu dimasak dan dimakannya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah Si Tumang, kemarahannya pun memuncak serta merta kepala Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka dan diusirlah Sangkuriang.
    Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, tempat ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi – ibunya, begitu juga sebaliknya. Terjalinlah kisah kasih di antara kedua insan itu. Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya, dengan tanda luka di kepalanya.
    Dayang Sumbi pun berusaha menjelaskan kesalahpahaman hubungan mereka. Walau demikian, Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya.
    Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan mejadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang, bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Dayang Sumbi menebarkan irisan boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. Sangkuriang menjadi gusar, dipuncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
    Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Putri dan berubah menjadi setangkai unga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).
    2.  Maribaya Lembang   
    Berjarak sekitar 15 Km dari pusat kota Bandung terdapat kota kecil bernama Lembang. Terletak di kaki Gunung Tangkuban Perahu, Lembang memiliki udara yang sejuk dan bersih, juga sebagai pusat untuk anda yang akan menikmati wisata di Bandung Utara. Di lembang banyak terdapat penginapan / hotel baik melati sampai hotel berbintang seperti Grand Hotel Lembang. Tidak jauh dari Lembang terdapat tempat bernama Maribaya, dimana terdapat pemandian air panas alami dan tempat hiking yang terkenal di kota Bandung.
    Lembang menawarkan pemandangan yang indah, beberapa lokasi bisa dijangkau menggunakan kendaraan, beberapa memerlukan jalan kaki untuk mengunjunginya.
    Sekitar 2 Km dari lembang, terdapat tempat wisata pemandangan bernama “ Gunung Batu” dari sini anda bisa melihat pemandangan pandung 360 derajat. Dari Gunung Batu anda bisa berjalan kaki ke Bandung dengan pemandangan indah selalu di depan mata anda.
    Hanya beberapa menit dari lembang terdapat Maribaya, sebuah pemandian air panas alami yang terkenal. Anda juga bisa berwisata mengeliling kota lembag & maribaya dengan menggunakan delman atau menaiki kuda yang banyak terdapat di sini.

Selasa, 18 Januari 2011

Pengalaman wisata mancing

LAPAK BARU DI JATILUHUR

Berawal rencana mancing laut di Binuangeun yang gagal (1 orang temen, ibunya sakit & temen yang lain, anaknya kecelakaan di tol Jagorawi), akhirnya kita jalan ke Jatiluhur. Karena sudah cukup sering, jadi kita coba lapak baru dekat Kampung Be'cek, Ubrug, sebelahan dengan Jatiluhur. Ternyata...
Ikannya Gede2 buoss..!!
Mau liat??

Perjalanan yang ditempuh dari Jakarta melalui tol Cikampek, dilanjutkan tol Padaleunyi, keluar tol Ciganea/Jatiluhur, memakan waktu 1 1/2 jam. Maklum.. Kita jalan dalam suasana santai, jadi gak keburu2. Setelah sampai, ngopi, makan karedok, nyiapin umpan, baru deh kita medanau (kalo di laut.. jadi melaut). Tapi di tempat biasa kita mancing (warung apung pak Didin) kita cuma dapet ikan siklid doangan, kecil2 lagi (kalo orang Jatiluhur bilangnya ikan Oscar). Padahal siklid itu sejenis mujaer yang dibiakkan sebagai bibit Lohan.

Jadi, jam 8 malam kita pindah menuju lapak baru di desa Be'cek (lebih dekat kalo dari dermaga Ubrug). Trus kita langsung nyoba mancing. Ternyata.... langsung dapat Patin, ikan mas, mujaer. Sayangnya... Keramba yang seperti milik sendiri (isinya cuma kita doangan) gak ada listrik, jadilah kita gunakan lampu tempel/templok, orang sana bilangnya "Lampu Cemen". Dan sialnya persiapan kurang, misal jaket (anginnya banyak cuy... gak brenti2), lampu senter atawa lampu emergency (susah liat pelampung..!! guelap buanget), dan kartu gaplek (buat iseng dalam kamar... nunggu angin reda). Jadilah kita makan ikan bakar yang dibeli si Iwan (tukang perahu) yang kita titip waktu baru aja nyampe saung (keramba).

Ternyata angin gak brenti2, jadi kita tidurr...! ampe jam 4 pagi angin baru kecapekan, kita bangun... mancing lagi.!! Nah... dari ni pagi, nggentak gak ada brenti. Di samping saung ada sekotak khusus buat kita pancingin (bukan dalam keramba, tapi ikannya buanyak men..!! gak ada matinya). Ini nih .. tempat kita mancing.

Liat aja nih buktinya.!! Ane nggentak ikan mas yang lumayan gede (untuk ukuran mancing pinggir). Yang kecil2 juga banyak tapi kita release (niru gaya istilah pemancing kawakan)

Udah siang, panas buanget.!! kita merapat pulang. hasilnya seperti di gambar nih.. lumayan lah sekorang ini hasil berdua. Sebenernya teman kita yang atu lagi justru dapet paling banyak. Kalo diitungin ada kali dia 4oox nggentak. Sayangnya.. dan ini juga pelajaran buat temen2 lain kalo beli korang di sekitar Jatiluhur, kudu diperiksa dulu..!! Kita sering ngalamin korang baru tersebut ternyata robek cukup besar, jadi ikan yang kita tangkap pada molos semua.. kayak anak sekolah yang bolos rame-rame satu kelas (gondok kan??)

Nah.. jadi inilah sisa ikan yang berhasil dibawa pulang. Puass men..!! apalagi sepanjang jalan kita ngeledekin terus temen yang ikannya lepas semua.. Hua.. haa..ha..haa..900xJatiluhur..!! Tunggu waktunya kita datangi lagi..!!

Indahnya mancing bersama keluarga

Tempat mancing bersama keluarga di Banbung :
1.  Alam Endah di Padalarang
2.  Alam sejuk Lembang
3. Kampung sawah Banjaran
4. Pemancingan pintu tol padalarang

Tempat mancing alam bebas keluarga  di Jawa barat :        
1. Jati luhur                

2. Cirata

3. Saguling


Bagi rekan2 yg hobby mancing di alam bebas, seperti jatiluhur dan cirata,
mungkin bisa berbagi lokasi2 yg pernah dicoba dan yg hasilnya lumayan.
Atau mungkin juga mau berbagi pengalaman menarik selama melakukan kegiatan memancing tsb.




Mancing di alam bebas bisa dilakukan besama  rekan-rekan kerja sambil makan-makan pasti menyenangkan... tidak percaya silahkan buktikan.